Journey In Sydney
Semua terasa berbeda di sini,
Sydney. Ya, sangat berbeda. Cuaca… Rasa... Bahasa... Harga… Terasa berbeda dan
menyiksa. Mungkin di sini kami diuji, untuk melihat dan meresapi seberapa
tangguh kami beradaptasi. Untuk bertahan dan melawan tantangan agar tetap terus
berjalan. Tetap tegak dan mampu berdiri.
Pengalaman baru, tempat baru ,
teman baru. Suka tidak suka, mau tidak mau, segala hal yang baru pasti bertemu.
Takut, malu, benci, segan, ragu, tak tahu, semua jadi satu. Merasa paling hijau
diantara lautan dalam yang biru. Merasa berbeda dan takut tak sama. Paradigma
itu mulai terkikis, ketakutan itu mulai menyusut. ketika senyum sapa mulai
terasa, ketika sambut hangat selalu didapat. Semangat untuk terus mencoba dan
membaur kembali bertabur. Terasa sangat bahagia ketika segalanya dihargai dan
diapresiasi. Selalu mengucap “Thank You” dan “Sorry”, bukti saling menurunkan
ego hati.
Terkadang kami sendiri yang merusak
itu. Terkadang kami sendiri yang menganggap usaha kami tidak baik. Salah ini.
Salah itu. Gerakan yang tak sama dan pelaksanaan yang kurang tertata membuat
kami saling beradu, membuat kami kecewa pada sesama. Tapi tunggu?! Mereka sama
sekali tidak mempermasalahkan yang kami masalahkan! Mereka tetap tertawa dan
bahagia, kagum dan terpesona.
Teruntuk 17 orang sahabat,
keluarga, sekaligus orang tua yang selalu mengajak, menghibur, mendukung. Ada
disaat sepi, disaat tak tahu mau kemana, disaat rindu dengan masa lalu. Terima
kasih karena telah memberikan satu hal yang begitu sangat berarti, amat sangat berarti.. Senyum. Ya, senyum
tulus kalian, tanda keramahan dan kecintaan. Tanda saling menerima dan percaya.
Bukti saling mencinta dan terbuka. Simbol kebahagiaan yang akan terus
terkenang.
Terima kasih Tuhan, terima kasih
teman, terima kasih Sydney.















0 comments: